Apa itu Inventarisasi Tujuan, Contoh dan Mekanismenya

Inventarisasi wahana dan prasarana kantor adalah seluruh aktivitas dan bisnis untuk beroleh knowledge yang diperlukan tentang wahana dan prasarana yang dimiliki. Tujuan dilakukannya inventarisasi adalah :

  1. sehingga peralatan bukan enteng hilang
  2. adanya bukti tertulis pada pengelolaan barang agar mampu dipertanggungjawabkan
  3. memudahkan didalam pengecekan barang
  4. memudahkan di dalam supervisi
  5. memudahkan ketikla mengadakan aktivitas mutasi/penghapusan barang

Untuk memudahkan inventarisasi diperlukan buku-buku atau format-format pencatatan, dimana masing-masing instansi belum pasti serupa. Berikut lebih dari satu contoh buku inventarisasi barang:

Buku orang tua barang inventaris merupakan buku yang digiunakan untuk mencatat seluruh barang inventaris yang telah/dulu dimiliki oleh sebuah kantor. Buku ini untuk mencatat barang yang bukan habis pakai.

Buku golongan barang inventaris adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat barang-barang inventaris menurut menurut golongan yang sudah ditentukan, masing-masing berdasarkan klasifikasi kode  barang yang udah ditentukan.

Buku catatan barang noninventaris merupakan buku yang digunakan untuk mencatat seluruh barang non inventaris (Barang yang belkum diketahui statusnya) yang dimiliki oleh sebuah kantor. Buku ini digunakan untuk mencatat barang-barang yang habis pakai.

Tujuan Pengelompokan Barang Inventaris

Layaknya klarifikasi sebelumnya, terdapat tiga style buku didalam pencatatan barang inventaris, yaitu buku orang tua barang inventaris, buku golongan barang inventaris, dan buku catatan barang non inventaris.

Barang yang bukan habis pakai kudu dicatat ke di dalam buku orang tua dan buku golongan barang inventaris, sedangkan barang yang habis pakai masuk didalam pencatatan di buku catatan barang non-inventaris.

✅Baca Juga  Layanan Jasa Perpindahan Kantor Beserta Tarifnya

Di buku golongan barang inventaris, terdapat penggolongan barang yang bertujuan sehingga mencatat dan melacak barang jadi lebih enteng, baik melacak di daftar catatan atau melacak bentuk fisik barang itu.

Menjadi, barang inventaris itu digolongkan kenakan sandi, lambang, atau kode eksklusif, supaya memudahkan Kamu untuk melacak barang itu di lantas hari.

Bersama demikian, pekerjaan jadi lebih enteng dan cepat dan juga efisien.

Contoh Barang Habis Pakai dan Bukan Habis Pakai

Barang inventaris terdiri berasal dari dua type yaitu barang habis pakai dan barang bukan habis pakai.

Barang habis pakai yaitu model barang yang hanyalah mampu digunakan untuk satu kali pemakaian saja.

Contoh barang habis pakai yaitu kertas, lem, amplop, stabilo, isi stapler, tinta printer, kertas karbon, pensil, pulpen, spidol dan lain sebagainya.

Sedangkan, barang bukan habis pakai adalah kebalikan berasal dari barang habis pakai. Barang tipe ini dapat Kamu gunakan didalam jangka kala lama dan bukan hanyalah satu kali penggunaan.

Contoh barang bukan habis pakai yaitu meja, kursi, komputer, papan tulis, dan peralatan kantor lainnya.

Mekanisme Pengadaan Barang Inventaris

Tak hanya Kamu wajib sadar terkait buku orang tua barang inventaris, ketahui juga bagaimana cara pengadaan barang inventaris, baik tersebut barang habis pakai dan bukan habis pakai

Mekanisme untuk pengadaan barang yang habis pakai maupun barang yang bukan habis pakai punyai disparitas di tiap tiap corporate atau organisasi, baik tersebut negeri atau partikelir.

Mengapa tersedia disparitas mekanisme pengadaan barang? Hal ini dapat gara-gara oleh sejumlah faktor, layaknya keperluan  fasilitas atau peralatan kantor, budaya kerja, taraf kompetensi karyawan, dan lain sebagainya.

Terhadap umumnya, tersedia kecenderungan didalam mekanisme pengadaan barang inventaris.

✅Baca Juga  Ingin Memesan Game Demon Slayer di Steam, Simak Disini!

Nah, berikut ini adalah langkah-langkah untuk mekanisme pengadaan barang habis pakai dan barang bukan habis pakai.

Barang Habis Pakai

Pertama, Kamu mesti memicu daftar perlengkapan kantor yang telah disesuaikan bersama dengan  keperluan kantor untuk planning aktivitas kantor.

Sesudah tersebut, Kamu mesti menyusun anggaran biaya berasal dari barang yang dibutuhkan itu untuk tiap tiap bulan.

Kelanjutannya, buatlah planning untuk pengadaan barang inventaris untuk triwulan/tiga bulan sekali dan untuk planning th.

Barang Bukan Habis Pakai

Untuk mekanisme pengadaan barang bukan habis pakai yang pertama yaitu Kamu wajib menganalisa keperluan perlengkapan kantor berdasarkan planning kesibukan.

Tidak cuman tersebut, analisa juga barang apa saja yang  masih layak untuk dipakai. Kelanjutannya, buatlah anggaran biaya untuk barang-barang itu disesuaikan bersama dengan baku.

Langkah paling akhir yaitu memicu skala prioritas. Menjadi, sesuaikan urgensi barang berdasarkan dana, urgensi keperluan, dan susunlah planning pengadaan barang year.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.