Cuma Jual Pose Selfie Ghozali Untung Milyaran?

Hendknya dipahami terlebih dahulu hal-hal mendasar berkaitan dengan NFT. Opensea.io merupakan marketplace NFT terbesar saat ini yang memiliki perputaran Volume Ribuan Etherium Setiap harinya. Di sini berkumpul banyak kreator mulai dari lukisan, foto, video dan lainya, begitu juga para kolektor pun turut berkumpul disini menjajaki asset apa yang sekiranya pantas dikoleksi dan dijadikan investasi digital di masa mendatang.

Terus, NFT sendiri itu apa? Dan kenapa Harga dari Sebuah gambar JPG/PNG bisa sebegitu mahalnya? Pantaskah NFT dijadikan sebagai Aset Investasi Digital yang menguntungkan dalam jangka panjang?
Milken Jonathan Pendiri sekaligus CEO Bitocto bergumam, NFT Merupakan Karya yang memiliki bentuk digital yang secara langsung tersambung dengan blokchain atau sebuat pusat terdesntralisasi. Karya-karya digital ini bisa itu berupa gambar, foto, video, lukisan, atupun karya karya lainya yang nantinya akan memliki sertifikat kepemilikan.

Kemudian NFT memposisikan dirinya sebagai suatu konten atau karya seni, audio suara, hingga akhirnya banyak yang meliriknya dijadikan sebuah aset investasi digital yang terverifikasi lewat sebuah blokchain.
Dari sinilah mulai muncul beberapa pihak yang mulai meliriknya sebagai sebuah aset investasi karena memiliki nilai seni dan history yang mengikuti zaman era digitalisasi, Sebagimana halnya seorang kolektor lukisan dan benda-benda antik dalam bentuk fisik.

Sebagaimana Galery Lukisan ataupun pasar barang antik tak semuanya memiliki nilai yang berarti dimata para kolektor, masing masing kolektor memilki kriteria dan penilaian tersendiri yang menybabkan mereka bias menjatuhkan sebuah pilihan yang akan membawa keuntungan di masa mendatang. Oleh karena itu perlunya penyeleksian dan pertimbangan sehingga pembeli tidak dirugikan setelah transaksi berjalan.

Tentunya bagi netizen yang budiman hendaknya berhati-hati dan tidak ikut terjerumus kedalam euforia gemparnya dunia NFT sekarng ini yang sedang banyak diperbincngkan hanya karena sekedar sebuah foto selfie yang tejual dengan harga jutaan.

Dan perlu diperhatikan pula bahwa tentunya tidak semua NFT itu laku untuk dijual kembali. Banyak juga tumpukan sampah di sana yang tidak memiliki sebuah nilai hingga akhirnya tertimbun.
Jikalau dibandingkan dengan aset lainya tentunya sangat jauh berbeda, NFT bisa saja seketika melambung harganya karena bebrapa faktor baik itu trend, lucu-lucuan sebagaimana yang terjadi saat ini, sedangkan asset yang lainya lebih condong karena ada kinerja di dalamnya seperti halnya produksi dan kegitan yang menghasilkan.

Seseorang yang membeli NFT nantinya akan mendapatkan keuntungan tatkala ada permintaan, sedang seorang kreator akan mendapatkan keuntungan dalam setiap transaksi yang terjadi.
Besarnya volume transaksi berakibat pada penghasilan si kreator terus bertambah. Sedangkan pembeli akan selalu diuntungkan dimana terdapat permintaan begitu banyaknya.

Poularitas sebuah karya tentunya akan meningkatkan harga jual yang tinggi dan derasnya permintaan. Disitulah peran penting sebuah komunitas dan lingkungan yang dapat melambungkan nilai dari sebuah NFT.
Dari uraian diatas mungkin bisa diajdikan sebuah bahan pertimbangan bagi para pemula yang memiliki ketertarikan untuk masuk ke dunia NFT. Selanjutnya untuk memasuki dunia NFT ini perlu adanya akun yang terhubung ke marketplace dan juga wallet atau dompet yang digunkan sebagai penyimpanan semacam polygon atau metamask ataupun yang lainnya.

Diantar dompet atau wallet yang popular digunakan sebagi sarana transaksi ialah metamask yang merupakan bagian daripada kripto yang terhubung ke ssbuah sistem blokcahin ETH.
NFT sendiri hingga sekarang hanya melayani transaksi melalui alat bayar kripto yang berpatokan kepada harga ETH.

Wajib hukumnya bagi khalayak yang akan terjun ke NFT memiliki akun resmi yang terdaftar di platform yang telah meimiki regulasi di Indonesia seperti halnya Bitocto, Toko kripto, atupun yang lainya.
Bagi mereka yang ingin membeli NFT mereka mesti membuka akun di platform resmi dan membeli asset kripto dari rupiah yang nantinya diubah menjadi Etherium sehingga mereka nantinya dapat membeli NFT.

Karena NFT merupakan barang koleksi tentu harganya bisa saja melambung tinggi secara mendadak dan susah diprediksi. maka tidak heran jika foto selfie Ghozali Everyday bisa laku sebegitu fantastisnya, disamping memiki sisi keunikan bagi para kolektor seni, foto-foto tersebut memiliki sisi history dimana dia rajin mengambil gambar foto-fotonya satu demi satu secara terus menerusĀ  selama empat tahun lamanya hingga 2021.

Dalam Podcastnya bersama om Dedy, Ghozali menyebutkan telah memperoleh euntungan setidkanya sebesar 1,7Milyar hasil daripada jualan foto selfienya dan tentunya masih akan terus bertambah seiring bertambahnya besaran volume transaksi yang terjadi, dan belum lama ini ia telah mencairkan setidaknya 0,8 ETH atau setara 36jt.
Saat ini Volume transaksi Ghozali Everyday telah menginjak angka 377 ETH dan jika dikalikan harga ETH saat ini maka volume transaksi begitu fantastis jika dirupiahkan. Hanya dengan bermodal foto selfie dirinya.
Hal ini mungkin akan susah diulang bagi para pemula yang ingin terjun di dunia NFT.

 

Leave a Comment